KOTA MALANG – Menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Wakapolresta Malang Kota AKBP Oskar Syamsuddin, S.I.K., M.T. bersama Forkopimda dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Gadang Lama, Distributor Sadar Mandiri Kebalen Wetan, serta toko modern di Sawojajar.
Kegiatan yang diawali High Level Meeting di Balai Kota Malang ini dilakukan sebagai langkah preventif dan sinergis guna memastikan ketersediaan bahan pokok, menjaga stabilitas harga, serta mengantisipasi potensi gejolak yang dapat mempengaruhi kondusivitas dan Harkamtibmas di Kota Malang.
AKBP Oskar Syamsuddin menegaskan bahwa Polresta Malang Kota berperan aktif dalam memonitor pergerakan harga sebagai bagian dari upaya preemtif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Sidak ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dan dapat dijangkau masyarakat menjelang perayaan hari besar.” Ungkap AKBP Oskar.
Pada pemantauan di Pasar Gadang Lama, sejumlah komoditas seperti bawang bombai, bawang putih, kentang, telur ayam, minyak goreng, dan beras SPHP terpantau stabil.
Namun demikian, dua komoditas yaitu daging sapi dan kacang tanah tercatat mengalami kenaikan, masing-masing dari Rp125.000 menjadi Rp130.000 per kilogram dan dari Rp28.000 menjadi Rp38.000 per kilogram.
TPID menilai kondisi pasar masih terkendali, namun kedua komoditas tersebut menjadi perhatian untuk langkah intervensi selanjutnya.

Pada kunjungan ke Distributor Sadar Mandiri, TPID memastikan bahwa stok beras, gula, dan minyak goreng dalam kondisi aman serta dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
Permintaan pasar juga masih stabil. Sementara itu, stok kacang tanah sedang kosong akibat kebijakan pembatasan impor pemerintah untuk mendorong pemasaran produk lokal.
Tidak ditemukan indikasi penimbunan atau lonjakan permintaan, sehingga distribusi komoditas dinilai terkendali.
Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M. menyampaikan bahwa sidak dilakukan untuk membandingkan harga antara pasar tradisional, distributor, dan toko modern.
“Dari hasil pengecekan, sebagian besar komoditas masih stabil, sementara kenaikan ditemukan pada daging sapi dan kacang tanah.” Jelas Wahyu.

Ia juga menjelaskan bahwa perbedaan harga bawang merah berasal dari perbedaan daerah suplai, yakni Probolinggo dan Bima.
Seluruh temuan akan dievaluasi bersama TPID untuk menentukan langkah lanjutan. Pemerintah Kota telah menyiapkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Pasar Mbois sebagai bentuk intervensi menekan potensi lonjakan harga menjelang Natal dan Tahun Baru.
Sidak terpadu Forkopimda, TPID, dan Polresta Malang Kota ini menegaskan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas harga, menjamin ketersediaan bahan pokok, serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
Dengan sinergi dan langkah preventif tersebut, pemerintah berharap masyarakat dapat menjalani akhir tahun dengan tenang dan kebutuhan pokok tetap mudah dijangkau.